Sebagai negara yang akan kaya dengan sumber alamnya Indonesia juga memiliki lahan bisnis budidaya yang menguntungkan. Apalagi didukung dengan letak geografisnya yang sangat mendukung para pengusaha ternak untuk lebih berkembang. Potensi pasar di Indonesia masih sangat terbuka untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

Membuka bisnis budidaya yang menguntungkan ini memang patut dipertimbangkan. Peluang usaha budidaya ini tidak harus memerlukan lahan yang luas. Bahkan di lokasi yang terbatas dan sempit pun bisa dimanfaatkan. Beberapa ide agrobisnis yang bisa dijadikan peluang bisnis, antara lain:

1. Budidaya Jangkrik

Beternak jangkrik termasuk  bisnis budidaya yang menguntungkan karena permintaan pasarnya cukup besar. Jangkrik sangat dibutuhkan mereka yang hobi memelihara burung untuk pakannya. Sebab protein yang dihasilkan jangkrik ini cukup tinggi, sehingga dapat menjaga kebugaran burung-burung yang siap kontes. Ikan seperti arwana pun juga membutuhkan jangkrik sebagai salah satu sumber makanannya.

Bahkan di lahan  yang terbatas pun bisa dimanfaatkan untuk budidaya jangkrik ini.  Dengan masa panen yang dibutuhkan  hanya 1 bulan saja, sehingga perputaran modalnya cepat. Apalagi harga jangkrik di pasaran saat ini mencapai Rp35 ribu, tentunya sangat menguntungkan.

2. Ternak Ikan konsumsi Dan Hias

Bisnis budidaya yang menguntungkan lainya adalah ikan, baik sebagai hias maupun untuk konsumsi yang keduanya memiliki pasar yang menjanjikan. Selain tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan di akuarium pun bisa digunakan sebagai tempat pemijahannya. Sehingga budidayanya pun bisa dilakukan sejak pembibitan, pembesaran hingga siap panen, semuanya memiliki pasar yang cukup terbuka.

Nila, Lele dan Gurame termasuk ikan konsumsi yang sering diminati para penggemar kuliner. Selain harga jualnya yang cukup stabil menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa ikan hias yang memiliki pangsa pasar yang bagus adalah; cupang, arwana, louhan, koi, mas koki, guppy dan lain sebagainya. Selain bisa dijadikan hobi juga menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan.

3. Beternak Kelinci

Hewan kecil dan imut ini banyak disukai baik sebagai kelinci hias maupun konsumsi. Beternak kelinci termasuk bisnis budidaya yang menguntungkan, sebab perkembang biakannya yang cukup cepat dan tidak menyulitkan. Dan setiap beranak kelinci menghasilkan bisa 3 hingga 7 ekor, sedangkan masa kehamilannya hanya 30 hingga 40 hari. Lahan yang dibutuhkan untuk budidaya kelinci juga bisa dilakukan di lokasi yang terbatas.

Perawatan dan pemeliharaan kelinci cukup mudah, bahkan untuk pemula pun bisa melakukannya. Selain itu permintaan pasar juga cukup menjanjikan. Dengan harga jual berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per ekor untuk anakan yang berusia 40 harian, tentunya perputaran modalnya bisa cepat. Dan kotoran terutama urinnya pun bisa dijadikan pupuk tanaman yang harga jualnya juga cukup mahal.

4. Budidaya Kucing Ras

Kucing ras jenis persia dan angora memiliki penggemar yang tidak ada habisnya. harga anakan kucing ras ini bisa mencapai ratusan ribu hingga  jutaan rupiah. Harga jualnya yang tinggi menjadi daya tarik bagi mereka untuk membudidayakannya. Apalagi perkembang biakannya yang cepat, rata-rata bisa melahirkan 3 sampai 6 ekor anakan kucing setiap 4 bulan sekali.

5. Ternak Burung Berkicau

Dengan semakin banyaknya penggemar burung berkicau yang lebih dikenal dengan kicau mania. Maka potensi peluang bisnis ini sangat terbuka lebar. Apalagi didukung dengan kemampuan mengembang biakan unggas tersebut serta melatihnya menjadi burung  yang berkualitas. Semakin berkualitas kicauannya, maka harga jualnya juga menjadi fantastis.

 Yang wajib dikuasai adalah kemampuan membedakan jenis kelamin, serta mengawinkannya hingga menghasilakn ketururunan. Selanjutnya pemeliharaan dan perawatan serta pelatihan hingga menjadi burung yang siap berkicau. Mengikuti ajang kopetisi burung berkicau untuk menaikan pamor dan kualitas sebaiknya juga sering dilakukan.

Itulah beberapa bisnis budidaya hewan yang dapat menghasilkan  keuntungan. Bahkan bisa dilakukan dengan modal terbatas dan lahan yang sempit. Untuk itu pilih jenis budidaya yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Sehingga hasilnya kan lebih maksimal, semoga bermanfaat.