Kopi menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, mudah sekali dijumpai berbagai macam jenis kedai kopi. Mulai harga sekedar lima ribu rupiah hingga puluhan ribu. Berbagai macam kalangan juga menikmati minuman populer yang satu ini, kalangan atas hingga kalangan bawah pun menyukainya. Bisnis kopi kian menjamur setelah rilis film Filosofi Kopi yang dibintangi oleh Rio Dewanto dan Chicco Jericcho. Untuk mengawali langkah sebagai pengusaha, ada beberapa tips memulai bisnis kedai kopi berikut ini.

1. Siapkan Modal Bisnis

Modal adalah hal yang harus dipersiapkan sebelum membuka usaha, menentukan modal sesuai dengan kemampuan untuk menentukan konsep bisnis kedai kopi. Mulai dari Rp1 juta rupiah, bisnis kedai kopi bisa dimulai. Hal ini diperlukan untuk menyewa tempat, membeli peralatan untuk membuat kopi, membeli gelas dan sedotan. Tak lupa bahan baku seperti kopi, gula, sirup, susu dan semacamnya harus dibeli dengan modal tersebut.

2. Temukan Konsep Bisnis

Tips memulai bisnis kedai kopi berikutnya, konsep bisnis yang jelas. Konsep bisnis kedai kopi yang dihadirkan harus dipikirkan sejak awal. Mulai bentuk kedai kopi berupa kios menetap atau gerobak bisa berpindah tempat.

Kemudian, cara pelayanan kedai kopi juga harus dipersiapkan. Kebanyakan kedai kopi sekarang lebih mengutamakan fleksibilitas dan efektivitas pelayanan dengan kemasan sekali pakai untuk memudahkan layanan take away (dibawa pulang) dan delivery (pesan antar) untuk pesanan khusus.

Meskipun begitu, konsep bisnis semacam ini juga tidak melupakan konsumen yang ingin menikmati kopi di kedai. Minimal tersedia dua set meja dan kursi untuk menunjang konsumen tersebut.

Temukan ide konsep bisnis kedai kopi yang sudah ada, lalu padukan dengan kebiasaan masyarakat sekitar. Hal ini akan menjadi kedai kopi yang unik dan berbeda dengan kedai-kedai lain yang tidak bisa ditemukan dimanapun.

3. Lakukan Riset Pasar

Setelah menentukan modal dasar dan konsep yang jelas, pastikan melakukan riset pasar. Riset pasar memiliki peran penting dari setiap jenis usaha. Dimulai dengan siapa yang akan menjadi konsumen? Apakah penggila kopi atau anak-anak muda yang hobi nongkrong. Jenis minuman olahan kopi apa yang populer saat ini? Berapa kali orang menghabiskan waktunya untuk sekedar mampir ke kedai kopi? Serta, masih banyak lagi pertanyaan yang perlu digali melalui riset pasar.

Dengan melakukan riset pasar, sebagai pemula akan mampu memahami dengan baik konsumennya. Sehingga, bisa menentukan target dan melakukan strategi yang tepat untuk menentukan lokasi bisnis, penentuan harga hingga prediksi keuntungan yang bisa dicapai.

4. Ciptakan Padanan Menu

Sebuah bisnis kedai kopi tidak akan berjalan tanpa adanya berbagai macam kopi yang disajikan. Apakah hanya kopi saja? Apakah kopi dengan berbagai varian sudah cukup? Tentu tidak, padanan menu yang pas berarti tidak hanya melulu soal kopi. Melainkan makanan kecil untuk dinikmati bersama segelas kopi perlu dipikirkan.

Hal ini jarang sekali terpikir karena, kebanyakan kedai kopi berfokus pada menu kopi. Akan tetapi, dengan adanya menu kudapan ini menjadi sebuah nilai tambah. Ciptakan padanan menu seperti es kopi susu dengan brownies atau kopi tubruk panas dengan pisang goreng.

Dengan adanya padanan menu seperti itu membantu juga untuk menciptakan konsumen yang loyal terhadap sebuah kedai kopi. Hal ini bisa terjadi karena padanan cita rasa antara kopi dan kudapan yang disajikan terasa pas di lidah konsumen.

5. Pemasaran Bisnis yang Tepat

Pemasaran, hal terpenting dalam memulai usaha. Konsumen akan mengetahui eksistensi sebuah kedai kopi dari promosi bisnis yang dilakukan oleh pemiliknya melalui media konvensional atau digital.

Dewasa ini, untuk kedai kopi sendiri lebih sering menggunakan digital marketing berupa media sosial dan influencer karena paling low budget dan efektif. Sebuah produk yang viral akan dibanjiri konsumen. Hal ini terbukti pada kedai kopi Janji Jiwa atau Kopi KULO yang menjadi terkenal setelah diulas oleh para youtuber dan blogger.

Tak lupa, menu promo pada hari tertentu juga menjadi daya tarik khusus bagi konsumen. Jangan lupakan juga platform GoFood dan GrabFood yang selalu memiliki tempat di hati para konsumen terutama pekerja kantoran.

Perlu diingat bahwa, setiap konsumen adalah brand ambassador dari produk yang dipasarkan. Hal ini dikarenakan, setiap konsumen akan memberikan penilaian terhadap kepuasan layanan yang diberikan dan produk yang dikonsumsi. Setiap penilaian tersebut akan menjadi metode dari mulut ke mulut atau word-of-mouth. Konsumen pasti akan memberikan rekomendasi positif kepada keluarga, teman dan relasinya sehingga usaha kedai kopi dapat berkembang pesat.

6. Anggota Tim yang Tepat

Memiliki anggota tim yang tepat, menjadi salah satu pondasi dalam memulai sebuah usaha. Anggota tim yang ahli di bidangnya tentunya akan membantu dalam bisnis kedai kopi. Dalam sebuah usaha kedai kopi, diperlukan barista yang ahli meracik kopi, kasir yang komunikatif dan jujur, manajer yang menguasai bidang pemasaran dan keuangan serta tak segan turun ke lapangan langsung untuk melayani konsumen. Dengan adanya anggota tim yang solid, maka usaha kedai kopi ini bisa berkembang pesat.

7. Supplier yang Bersahabat

Supplier yang bersahabat, artinya supplier tersebut memberikan kopi dengan kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau. Ketika memulai bisnis kedai kopi, diperlukan bahan-bahan terbaik dengan kualitas yang terjamin.

Mulai dari biji kopi hingga susu pun tidak bisa sembarangan dibeli. Untuk pecinta kopi, tentu tak susah untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai macam jenis kopi yang terkenal di Indonesia. Contohnya kopi Arabika Gayo berasal dari Aceh yang sudah meraih Fair Trade Certified Product, artinya kopi Aceh Gayo sudah memenuhi standar dan layak diperdagangkan secara internasional.

Maka dari itu, pentingnya bersahabat dengan beberapa supplier untuk melakukan uji coba terhadap harga dan cita rasa bahan baku. Lalu, pilih supplier yang lokasinya mudah dijangkau sehingga bisa menghemat biaya pengiriman.

8. Ilmu Manajemen yang Mumpuni

Tips memulai bisnis kedai kopi yang terakhir adalah ilmu manajemen yang mumpuni. Seorang pebisnis harus mengetahui ilmu dasar manajemen keuangan, manajemen persediaan dan produksi, manajemen pemasaran serta manajemen sumber daya manusia.

Ilmu manajemen keuangan dibutuhkan untuk mengatur arus kas masuk dan keluar setiap melakukan transaksi jual beli. Hal ini adalah hal vital dalam sebuah bisnis karena tanpa adanya ilmu keuangan yang memadai bisa terjadi pemborosan bahkan kebangkrutkan sebuah usaha. Mengapa demikian? Karena bahan bakar sebuah bisnis adalah uang yang dikeluarkan untuk modal.

Kedua, ilmu manajemen persediaan dan produksi. Manajemen persediaan dan produksi berfokus pada bahan baku yang tersedia untuk diolah menjadi produk yang akan dijual. Dengan ini, manajer mampu memprediksi perkiraan bahan baku yang dibutuhkan selama satu bulan untuk memperoleh penjualan sesuai target yang ditetapkan.

Ketiga, ilmu manajemen pemasaran. Ilmu ini diterapkan untuk mengenalkan, memasarkan dan meningkatkan penjualan produk agar eksistensinya mampu bertahan di kala banyak pesaing dengan produk serupa.

Terakhir, ilmu manajemen sumber daya manusia. Setiap bisnis tentunya terdapat motor penggerak yaitu anggota tim yang perlu untuk dimotivasi, dibimbing dan diberi penghargaan. Ilmu ini menunjang untuk menciptakan anggota tim yang loyal terhadap sebuah perusahaan.

Nah, apakah sudah siap memulai bisnis kedai kopi sendiri? Tips-tips memulai bisnis kedai kopi ini bisa diterapkan sekarang. Tentunya dibutuhkan tekad yang kuat dan konsistensi untuk memulai sebuah bisnis, terutama di awal-awal tahun pertama. Namun, jangan berkecil hati karena sebuah proses tak akan mengkhianati hasil. Tetap semangat dan pantang menyerah untuk menjadi pebisnis handal.